Lia Nurmala

Seorang ibu yang memiliki 2 pasang putra/i, memiliki cita - cita menuliskan perjalanan hidup dan karirnya tentang menggapai cita yang bukan cita - citanya. Bela...

Selengkapnya
Sosok di Balik Kesuksesanku
ABBY

Sosok di Balik Kesuksesanku

Abby, begitu aku memanggilnya . Sosok ayah yang tidak ada cela dan kekurangan sedikit pun. Di mataku sosoknya sangat sempurna, walau memang kesempurnaan hanya milik Allah tetapi bagiku beliau sangatlah sempurna. Kesabarannya luar biasa, tidak pernah sekalipun memarahiku dan selalu menuruti semua keinginanku tanpa menunggu waktu yang lama. Ibaratnya saat itu kukatakan menginginkan sesuatu maka detik itu juga beliau memberikannya. Mie instan saja kalah kecepatannya😁

H. Hasanudin Thuhi, dilahirkan di Tangerang, 29 Juli 1950. Anak pensiunan penjaga PNS di SMPN 1 Kota Tangerang H. M.Thuhi yang biasa ku panggil engkong dan Mak Oyot, seorang penjual hebat dan baik hati Hj. Sari'ah. Saking baiknya, tidak pernah menagih yang berhutang padanya. Ketika meninggal pun meninggalkan catatan - catatan nama orang yang berhutang dari puluhan tahun lamanya. Sempat di tanya oleh anak - anaknya, " Mak, eta nu ngahutang ka emak kunaon teu di tagihan ?" ( Mak, kenapa yang berhutang ke emak tidak ditagih? ). Beliau menjawab, "Mantakna teu dibayar geh ncan boga duit mereunan". ( Makanya belum dibayar juga barangkali belum punya uang ). Padahal beliau tidak meminta lebih dari jumlah harga barang yang dihutangkan. Keduanya sudah tidak ada, engkong meninggal dunia ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Sedangkan Mak Oyot meninggal pada saat aku duduk di bangku sekolah atas.

Kebaikan Abby, tidak hanya kepada anak - anaknya. Sebagai seorang pensiunan PNS kepala sekolah ditingat dasar ( SD ), dalam kepemimpinannya beliau tidak otoriter dan cenderung mengikuti keinginan guru - guru. Mau menerima masukan ataupun saran dan selama menjabat tidak ada persoalan yang berarti karna semuanya berjalan sesuai dengan aturan yang ada.

Abby selalu saja dimutasi ke sekolah - sekolah yang berada di pelosok atau sekolah yang jumlah muridnya sedikit. Tetapi ketika sekolah itu sudah maju dan menjadi sekolah favorit yang mulai dilirik oleh masyarakat sekitar, dipastikan Abby akan dimutasi di sekolah yang seperti itu lagi. Alhamdulillah di lima tahun terakhir pengabdiannya , Abby dimutasi ke sekolah yang bisa dibilang ternama.

Dalam menjalankan tugas - tugasnya Abby selalu tertib administrasi, dan inilah yang dicontoh dari Abby. Sekecil apapun harus tersirat dan tersurat, sehingga ketika kita membutuhkannya ada bukti yang kuat yang bisa menjadi bekal untuk pertanggung jawaban pada pihak - pihak tertentu.

Abby diangkat menjadi CPNS di tahun 1969, usianya baru menginjak 19 tahun. Hanya berselang 10 tahun Abby diangkat menjadi Kepala Sekolah melalui rangkaian test pada saat itu. Abby menjadi Kepala sekolah termuda , dari usia ataupun masa kerja. Padahal Abby merupakan lulusan STM, yang akhirnya mengikuti ujian persamaan SPG dan dinyatakan lolos. Kecerdasan Abby bisa menandingi siswa SPG dan mendapatkan nilai di atas rata - rata. Jika dipikir, Abby mengikuti pelajaran teknik. Tapi ketika mengikuti ujian pelajaran keguruan, Abby bisa mengerjakannya. Cerdas bukan???😍

Ada persamaan antara Abby dan aku, walau sebelumnya tak ada niatan berkecimpung di dunia pendidikan yaitu menjadi guru. Karna dukungan dan doa Abby, akhirnya tahun 2011 diangkat menjadi CPNS dan di tahun 2019 ini sudah dinyatakan lolos menjadi Calon Kepala Sekolah yang sudah mendapatkan sertifikat Nomor Unik Kepala Sekolah ( NUKS ). Ibaratnya sudah mengantongi Surat Izin Mengemudi ( SIM ), tinggal menanti kendaraan datang, atau mendatanginya😁.

Dalam kesehariannya Abby hampir tidak pernah marah, nada tinggi pun tak pernah terlontar dari mulutnya. Sampai - sampai ketika malas pun Abby tidak menegur kami, prinsip Abby baik buruknya kami sebagai anaknya sudah mengetahuinya . Dan mungkin itu yang menjadi kekurangan Abby, karna memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Kesempurnaan hanya milik Ilahi Robby, Allah Subhanawata'ala.

Abby tipikal ayah yang tidak pernah memuji anak di hadapan anak - anaknya pada saat meraih prestasi apapun. Tetapi, Abby membanggakannya di hadapan teman - teman dekatnya . Sehingga ketika bertemu dengan temannya ada yang berkata , "oooh, ini si neng yang kemarin diceritain itu yaa pak?" Dengan tersipu malu tapi tidak malu - maluin aku pun melirik ke Abby dan Abby pun mengangguk. Memerahlah mukaku jadinya, tapi bukan merah karena salah penggunaan kosmetik yaa. Tanpa menggunakan kosmetik yang berlebihan, aku sudah cantik... Eeaaaa🤭 karna aku wanita bukan pria bukan???😁🤣

Semua yang Abby berikan, belum bisa aku balas . Belum bisa maksimal membahagiakan Abby, belum bisa memberikan semua yang pernah Abby berikan padaku.

Memang, Abby tidak pernah meminta semua itu. Tidak pernah mengharapkan balasan apapun dari aku ataupun anak - anaknya yang lain.

Semoga Abby selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang, sehingga aku bisa membahagiakannya dengan maksimal. Bisa memberikan apa yang pernah Abby berikan walau memang semuanya tidak pernah bisa terbalas.

Senyum Abby menjadi kebahagiaanku...

Kebahagian Abby menjadi tujuanku...

Aku sayang Abby ...

Apa yang dicapai olehku semuanya karna Abby...

Abby yang membawaku berada dititik saat ini...

Terimakasih Abby...

Ku akan selalu menyayangimu...

Semoga Abby selalu dalam lindungan - Nya, Aamiin...

Tigaraksa, 14 Mei 2019

21.20

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali